Sinopsis Singkat Ziam (2025)
Di dunia yang dilanda kelaparan dan kekacauan, seorang mantan petarung Muay Thai harus bertarung melawan gerombolan zombie demi menyelamatkan kekasihnya yang terjebak di rumah sakit. Dengan durasi sekitar 1 jam 30 menit, film ini berusaha menyeimbangkan antara drama emosional, aksi intens, dan suasana distopia pasca-apokaliptik.
Disutradarai oleh Kulp Kaljareuk, yang juga turut menulis naskah bersama Vathanyu Ingkawiwat dan Nut Nualpang, Ziam mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda dalam genre zombie yang sudah sangat padat.
Kesan Pertama: Konsep Menarik, Eksekusi Kurang Matang
Secara konsep, film ini sebenarnya sangat menjanjikan. Bayangkan kombinasi “The Raid” bertemu “Train to Busan”, tetapi versi Thailand, lengkap dengan pukulan siku dan tendangan lutut khas Muay Thai. Namun, seperti banyak komentar yang beredar, Ziam terjebak dalam pengembangan cerita yang terburu-buru dan karakterisasi yang dangkal.
Film ini memulai dengan setting dunia yang hancur karena krisis pangan, yang pada awalnya terasa sangat relevan. Namun, potensi itu tidak pernah digali lebih dalam. Plot berubah cepat menjadi aksi penyelamatan dengan narasi yang cenderung sederhana dan berputar di satu lokasi: rumah sakit.
Aspek Teknis dan Sinematografi
Dari sisi teknis, sinematografi dan koreografi pertarungan adalah dua kekuatan utama film ini. Adegan-adegan pertarungan memang dikemas dengan cukup apik. Setiap tendangan dan pukulan terasa “berat”, meskipun beberapa adegan terlihat terlalu cepat atau terlalu sering dipotong (editing kasar) sehingga mengurangi intensitas emosionalnya.
Sayangnya, efek visual zombie meski tidak buruk, tidak terlalu menonjol. Namun pujian pantas diberikan pada tata rias dan desain set yang berhasil membangun suasana mencekam di dalam rumah sakit.
Karakter dan Alur Cerita: Hambar dan Terlalu Stereotipikal
Inilah kelemahan utama Ziam. Karakter utamanya—meskipun diperankan dengan fisik kuat oleh aktor utama (Mark Prin Suparat)—tidak memiliki kedalaman emosional. Hubungan dengan sang kekasih (diperankan oleh Nuttanicha Dungwattanawanich) tidak cukup dibangun, sehingga perjuangannya terasa kurang menyentuh hati.
Beberapa karakter pendukung muncul dan menghilang begitu cepat, seolah tidak penting. Tidak ada karakter yang benar-benar berkembang, dan kita sebagai penonton tidak diberikan alasan yang cukup untuk peduli apakah mereka hidup atau mati.
Rating Akhir: ⭐⭐⭐ (3/5)
Aspek | Nilai (1-5) | Catatan |
---|---|---|
Cerita & Naskah | 2.5 | Premis menarik, namun alur lemah dan karakter tidak dikembangkan. |
Akting | 3.0 | Pemeran utama cukup baik, tapi karakter lain tidak terlalu menonjol. |
Sinematografi | 4.0 | Visual cukup kuat dan atmosfer rumah sakit terasa nyata. |
Koreografi Aksi | 4.0 | Pertarungan Muay Thai menarik namun kadang terlalu cepat dipotong. |
Efek Visual & Tata Rias | 3.5 | Tata rias zombie oke, efek visual tidak terlalu spesial. |
Keunikan & Orisinalitas | 2.5 | Ide segar tapi terlalu banyak klise dan tidak menonjol secara genre. |
Nilai Hiburan (Rewatchable) | 3.0 | Menarik untuk sekali tonton, tidak terlalu berkesan untuk diulang. |
Layanan Streaming Legal di Indonesia
Film Ziam (2025) tersedia eksklusif di Netflix dan dapat ditonton secara legal di Indonesia. Berikut link resmi:
Pastikan kamu sudah berlangganan Netflix agar bisa menikmati film ini dalam kualitas terbaik, lengkap dengan subtitle Bahasa Indonesia.
Kesimpulan: Layak Tonton, Tapi Jangan Berekspektasi Tinggi
Ziam (2025) adalah film yang punya niat baik dan konsep menarik—Muay Thai vs zombie di dunia distopia. Sayangnya, film ini terlalu terburu-buru dalam narasinya dan gagal menyampaikan dampak emosional yang cukup. Namun, jika kamu adalah penggemar film aksi atau zombie, dan sedang mencari tontonan yang ringan namun tetap menegangkan, Ziam bisa jadi pilihan alternatif.
Rekomendasi: Tonton tanpa ekspektasi tinggi. Nikmati koreografi laga, abaikan celah cerita.
Sudah nonton Ziam? Bagikan pendapatmu di kolom komentar!
Butuh rekomendasi film aksi atau zombie lainnya yang lebih kuat secara cerita dan emosi?
Ikuti terus blog ini untuk ulasan film terbaru dan terbaik di Netflix dan layanan streaming lainnya.