Film The Shadow’s Edge (2025) menjadi salah satu rilisan paling dinanti di tahun ini. Disutradarai dan ditulis oleh Larry Yang, film ini menghadirkan kembali Jackie Chan yang kini berusia 70 tahun, namun masih menunjukkan kualitas aksi laga luar biasa. Diproduksi di Tiongkok, film ini berdurasi 2 jam 22 menit dan merupakan remake dari film Hong Kong tahun 2007 berjudul Eye in The Sky.
Saya bisa mengatakan bahwa The Shadow’s Edge adalah salah satu film aksi thriller terbaik Jackie Chan dalam dekade terakhir. Mari kita ulas lebih mendalam dari berbagai aspek.
Sinopsis The Shadow’s Edge (2025)
Cerita berpusat pada Wong Tak Chung (Jackie Chan), seorang investigator legendaris yang telah pensiun dari kepolisian. Namun, ia diminta kembali membantu Departemen Investigasi Kriminal Polisi Kehakiman Macau untuk melatih tim muda berbakat.
Misi mereka adalah menangkap buronan kelas kakap, Fu Long Sheng (Tony Leung Ka-Fai), seorang kriminal cerdas sekaligus pemimpin kelompok perampok profesional. Pertarungan intelektual dan fisik pun terjadi, dengan aksi laga penuh ketegangan, pengawasan, serta perburuan layaknya permainan “kucing dan tikus” antara polisi dan gangster.
Selain Jackie Chan dan Tony Leung, film ini juga menghadirkan bintang muda Jun (Seventeen) dan Zhang Zifeng. Kehadiran mereka membuat film ini terasa segar sekaligus menarik bagi penonton generasi muda.
Ulasan
1. Aksi Laga: Ikon Jackie Chan yang Tak Pernah Pudar
Meski sudah berusia 70 tahun, Jackie Chan masih tampil “gila” di setiap adegan laga. Beberapa penonton bahkan menyebut Jackie bergerak begitu cepat dan penuh energi seperti puluhan tahun lebih muda. Koreografi pertarungan terasa hidup, realistis, dan brutal pada momen tertentu.
Adegan perkelahian 1 lawan banyak menjadi salah satu highlight, memperlihatkan bagaimana Chan mampu memadukan action, humor, dan drama. Tanpa banyak stunt double, Jackie sekali lagi membuktikan dirinya sebagai legenda.
2. Jalan Cerita: Perpaduan Thriller, Drama, dan Aksi
Alur film ini cukup serius dibanding film Jackie Chan sebelumnya. Unsur drama keluarga dan konflik emosional antar karakter membuat ceritanya terasa lebih berat. Walaupun begitu, bagian terbaik justru datang dari ketegangan di adegan heist dan pengawasan, di mana kecerdasan polisi dan perampok saling beradu.
Namun, kelemahan film ini terletak pada pendalaman karakter pendukung. Beberapa anggota kelompok perampok hanya diposisikan sebagai figuran aksi, tanpa eksplorasi konflik yang mendalam.
3. Teknologi Modern: AI, Crypto, dan Spionase
Film ini menampilkan teknologi canggih sebagai elemen utama, mulai dari sistem keamanan berbasis AI, gadget modern, hingga subplot tentang cryptocurrency. Atmosfernya terasa mirip perpaduan antara Mission: Impossible dan James Bond, namun tetap dibalut dengan nilai khas Asia: keluarga, persahabatan, dan pengorbanan.
4. Visual, Editing, dan Musik
- Cinematography: Clean, modern, dengan nuansa kota Macau yang futuristik.
- Editing: Sayangnya, beberapa adegan pertarungan kehilangan intensitas karena penggunaan efek camera shake.
- Soundtrack: Fungsional namun tidak begitu memorable.
5. Penampilan Para Aktor
- Jackie Chan: Ikonik, penuh kharisma, dan tetap lincah.
- Tony Leung Ka-Fai: Penjahat yang berwibawa, menambah bobot cerita.
- Zhang Zifeng: Memberi sisi emosional yang kuat.
- Jun (Seventeen): Tambahan segar untuk penonton muda.
Rating Akhir: ⭐⭐⭐⭐ (4/5)
Aspek | Nilai (1–5) | Catatan |
---|---|---|
Aksi & Koreografi | ⭐⭐⭐⭐⭐ | Jackie Chan masih kelas dunia, adegan brutal namun menghibur |
Jalan Cerita | ⭐⭐⭐⭐ | Serius dan menarik, namun subplot karakter kurang tergali |
Teknologi & Desain | ⭐⭐⭐⭐ | Modern, futuristik, AI & crypto jadi highlight |
Visual & Cinematografi | ⭐⭐⭐⭐ | Clean, rapi, namun editing laga kadang mengganggu |
Akting & Karakter | ⭐⭐⭐⭐ | Jackie & Tony Leung bersinar, aktor pendukung kurang dieksplorasi |
Musik & Atmosfer | ⭐⭐⭐ | Biasa saja, tidak terlalu berkesan |
Rata-rata: ⭐⭐⭐⭐ (4/5)
Prediksi Ketersediaan Streaming di Indonesia
Hingga artikel ini ditulis (Agustus 2025), The Shadow’s Edge belum tersedia di platform streaming resmi. Namun, melihat tren distribusi film Tiongkok sebelumnya, kemungkinan besar film ini akan segera hadir di:
- Netflix Indonesia
- Disney+ Hotstar
- Prime Video
- iQIYI (karena sering menghadirkan film Asia)
Untuk update resmi, pantau tautan JustWatch Indonesia.
Kesimpulan
The Shadow’s Edge (2025) adalah sebuah karya aksi thriller yang mengingatkan kita mengapa Jackie Chan tetap menjadi legenda. Dengan perpaduan aksi brutal, drama emosional, dan sentuhan humor, film ini berhasil menjaga ritme selama lebih dari dua jam tanpa terasa membosankan.
Meskipun tidak sempurna, film ini menghadirkan hiburan padat, visual modern, dan koreografi bela diri yang masih memukau di usia senja Jackie. Untuk para penggemar film aksi Hong Kong maupun penonton umum, ini adalah tontonan yang layak masuk daftar wajib.
Kalau kamu pecinta film aksi dengan sentuhan drama keluarga dan teknologi modern, jangan lewatkan The Shadow’s Edge (2025) saat nanti rilis di layanan streaming resmi.
Bookmark halaman JustWatch agar kamu jadi yang pertama tahu kapan film ini tersedia di Indonesia!